Visi Misi

Selasa, 15 Juni 2010

KURIKULUM IDEAL

1.Latar belakang penerapan kurikulum Ideal.
1.Sekolah Dasar Pembangunan Al Hikmah Jakarta konsep terpadu berusaha membangun, membina,dan mengarahkan anak didik menjadi manusia yang memiliki karakter dan kepribadian yang positif mampu sosialisasi secara bertanggung jawab dengan lingkungannya.

2.Sekolah Dasar Pembangunan Al Hikmah Jakarta konsep terpadu berupaya menumbuhkan,mengembangkan dan membina serta mengarahkan Potensi dasar baik potensi intelektual ( fikriyah),emosional (ruhiyah), dan fisik (jasadiyah) .

3.Sekolah dasar Pembangunan Al Hikmah Jakarta Konsep terpadu berupaya mengikut sertakan secara komprehensif dalam proses pendidikan di lingkungan rumah tangga sebagai fasilitator,Motivator ,Evaluator sekaligus donatur bagi proses pendidikan.


2.Visi dan Misi SD Pembangunan Al Hikmah Jakarta Konsep terpadu
1.Visi.
“Sekolah Dasar bermutu unggul dalam Imtaq dan Iptek , berkarakter, mampu
menumbuhkan kemandirian bagi peserta didik”.

2.Misi
1.Melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif,dinamis sesuai tuntutan zaman.
2.Menanamkan ketrampilan Iptek dalam proses pembelajaran sesuai tingkatan
kecerdasannya
3.Menanamkan, membiasakan dan dan membina kompetensi keagamaan sebagai bekal
siswa dalam mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat
4.Menerapkan pembelajaran terpadu antara peran dan tugas orang tua dan guru
dalam proses layanan pendidikan.
5.Mengutamakan suasana kekeluargaan antara guru ,siswa dan orang tua dalam
melaksanakan proses pembelajaran.


3.Tujuan
a.Menumbuhkan, mengembangkan, membentuk, dan mengarahkan anak didik menjadi
hamba Allah yang potensial ,shaleh secara individual dan sosial sesuai
tuntutan zaman.
b.Memberikan kemampuan dasar kepada anak didik berupa pengetahuan,keterampilan,
dan sikap terpuji sesuai usia perkembangannya sebagai bekal hidup dan
kehidupannya.


4.Sistem Sekolah.
a.Learning experiance
Proses belajar diarahkan agar siswa memiliki pengetahuan, pengamalan dan
pengalaman hidup secara aplikatif dan fungsional.

b.Learning be society
Pembelajaran dengan melibatkan Lingkungan keluarga dan masyarakat dan
menghasilkan siswa yang mampu berperan kedalam masyarakat , keterlibatan
masyarakat orang tua sebagai monitoring, evaluating dan controling kompetensi
dan karakter siswa melalui konsep penilaian terpadu sekaligus sebagai partner
proses pendidikan.

c.Learning be Example
Pendekatan proses pembelajaran, pembiasaan dan penanaman karakter dilakukan
dengan memberikan bimbingan, contoh, nasehat dan keteladanan dengan
mengutamakan kasih sayang dan kecintaan


5.Karakteristik mutu lulusan
1.Mampu lulus dari Ujian Nasional maupun UAS dengan nilai melebihi kriteria
Nasional.
2.Mampu meningkatkan prestasi mata pelajaran masing-masing dari semester ke
semester berikutnya.
3.Mengusai beberapa program komputer
4.Senang membaca, mampu membaca efektif, berperilaku sosial baik
5.Senang dan mampu membaca Alqur’an secara tartil dalam kehidupan sehari-hari
6.Mampu berperan aktif dalam kegiatan silaturrahmi dan aktifivitas sosial
keagamaan
7.Mampu Menghafal Juz ‘amma
8.Mampu menghafal Beberapa Hadist, dan do’a-doa tertentu
9.Memiliki karakter dan kepribadian luhur sesuai tingkat perkembangannya.
10.Terbiasa Shalat dengan kesadaran
11.Terbiasa melakukan shalat Dluha
12.Mampu mengikuti kegiatan Dzikir dan tahlil


6.Waktu Pendidikan dan model pendekatan
Proses belajar mengajar berlangsung selama 6 (enam) hari setiap pekan dimulai
pukul 6.30 s.d pukul 13.30 BBWI, dengan rincian proses pembelajaran sebagai
berikut:
a. Pembelajaran terstruktur

NO Waktu Kegiatan
1 6.30. – 7.30 Kegiatan hafalan Juz Amma,Hadis dan Doa terstruktur,shalat
Dluha
2 07.30- 12.00 Kegiatan pembelajaran di kelas
3 12.00-12.30 Shalat Dzuhur
4 12.30-13.30 Mentoring (bimbingan akhlak,tadarus dan hafalan Dzikir)

b.Pembelajaran fungsional
NO Hari Jam Kegiatan
1 Jum’at I 6.30. – 7.30 Shalat Dluha dan membaca Yasin
2 Jum’at II 6.30. – 7.30 Jumat’ sehat (jalan sehat keliling
masyarakat)
3 Jum’at III 6.30. – 7.30 Shalat Dluha dan membaca Yasin
4 Jum’at IV 6.30. – 7.30 Jum’at bersih ( bersih lingkungan )

c.Pembiasaan
NO Hari Jam Kegiatan
1 Sabtu 6.30. – 7.30 Kegiatan PBB dan senam kesegaran
2 Sabtu 7.30 - 8.30 Kegiatan membaca buku di perpustakaan
3 Sabtu 8.30 – 9.30 Iqra dan tadarus
4 Sabtu 9.30 – 12.00 Ekstra Kurikuler

D.Penanaman Karakter.

1.Di gerbang sekolah kepala sekolah dan guru menyambut kehadiran anak didik dan
menyalami satu persatu para siswanya, mereka juga menanyakan kabar dan
memperhatikan kerapihan pakaian.
2.Setelah jam 06.45, pintu gerbang segera ditutup. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dimulai
siswa yang terlambat diberikan penugasan sebelum masuk kelas.
3.Dipimpin ketua kelas masing-masing, mereka berbaris di halaman, sebelum akhirnya masuk kelas
masing-masing.
4.Pada saat istirahat atau pergantian pelajaran dilakukan penyegaran emosi melalui bernyayi atau
bertepuk atau melakukan gerakan tertentu.
5.Penataan kelas pun dibuat fleksibel. Kadang-kadang semua kursi menghadap ke depan. Lain
waktu, para siswa belajar dengan duduk melingkar.
6.Jumlah siswa perkelas dibatasi hanya 30 anak. Mereka diajar oleh satu guru
7.Untuk melayani kesehatan dilakukan pengecekan kesehatan bekerja sama dengan Team Dokter
Puskesmas.




7.Keunggulan layanan untuk siswa
a).Layanan pembelajaran
1. Siswa mendapatkan pendidikan umum dengan pembelajaran contektual di kelas dan luar kelas.
2. Siswa mendapatkan pendidikan agama Islam secara aplikatif danteoritis.
3. Siswa mendapatkan pendidikan dan bimbingan ibadah praktis(doa,shalat Wajib,Shalat Sunah
dan dzikir).
4. Siswa mendapat pelajaran dan bimbingan cara membaca dan menghapal AlQur'an.
5. Siswa dapat menyalurkan potensi dirinya melalui kegiatan ekstra kurikuler.
6. Siswa mendapatkan pendidikan bagaimana cara hidup bersama dengan teman
7.Siswa dibiasakan melakukan eksplorasi pengalaman pembelajaran
8.Siswa mendapatkan layanan kesehatan,keagamaan dan bela negara
9.Siswa daijarkan gemar menabung dan menjauhi Israf(berlebihan )
10.Siswa ditanamakan kebersamaan,persaudaraaan dan silaturrahmi
b).Layanan Pelaporan kegiatan atau perkembangan nilai
1.Buku panduan monitoring karakter ,pembiasaan dan ketrampilan keagamaan.
2.Rapor kegamaan berisi laporan pengamalan,penguasaan dan pembiasaan keagamaan.
3.Rapor Sekolah

8.Karakteristik kurikulum
1.Kurikulum keterpaduan antara kurikulum Pendidikan Nasional dengan kurikulum khas
SDI Pembangunan Al Hikmah yang dirancang sangat kental dengan penanaman aqidah
dan pembentukan Akhlak atau karakter murid.
2. Kurikulum SD Pembangunan Al Hikmah mengoptimalkan multi kecerdasan dalam proses pembelajaran untuk memfasilitasi setiap murid agar dapat berkembang sesuai dengan kemampuan dan kecerdasan masing masing dengan pendekatan inquiry (mengutamakan praktek dan observsi mandiri).
3.Pelaksanaan kurikulum Fleksibel dan relevansi dengan life skil sehingga anak memilki ketrampilan yang dibutuhkan saat berada di masyarakat.
4.Kurikulum selalu di evaluasi sesuai dengan perkembangan dan situasional pembelajaran
Pada tahun pembelajaran.




5.Konsep aplikasi kurikulum
a. Kurikulum SDI Pembangunan Al Hikmah memuat 8 mata pelajaran
b. Subtansi mata pelajaran Kurikulum DIKNAS Terintergralisasi nilai –nilai Agama “
c. Pembelajar pada Kelas I s.d III dilaksanakan melalui pendidikan “Tematik” dan penggunaan
penyampaian bahasa ibu dan pengenalan bilkingual aplikatif sedangkan Kelas IV s.d VI
dilaksanakan melalui akademik dan pendekatan nilai-nilai Islam.
d. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran disesuaikan sebagaimana tertera dalam
Struktur Kurikulum.
e. Alokasi waktu serta jam pembelajaran 30 untuk kelas I dan II, 40 menit untuk kelas III dan VI
f. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran ( Dua Semester ) adalah 34-38 Minggu
9.Struktur Kurikulum
Tabel : Struktur Kurikulum SDI Pembangunan Al Hikmah
NO Komponen pelajaran Kelas dan Alokasi Waktu Keterangan
I 3 III IV V VI V
1 Pend.Agama Islam TEMATIK 2 3 3




Terstruktur
Pada jam
belajar
2 PPKN 6 2 2
3 Bahasa Indonesia 6 6 6
4 Matematika 5 7 7
5 IPA 4 5 5
6 IPS 2 4 4
7 Seni Budaya dan ketramp 2 2 2
8 Penjas Orkes 2 2 2
Muatan Lokal
1 Komputer TEMATIK 2 2 2
2 Bahasa Inggris 4 4 4
3 Iqra 2 2 2
4 Life Skill 2 2 2
Jumlah 34 39 40 40
Keterpaduan
1 Hafalan Surat TEMATIK 2 2 2 Diluar Jam
Belajar ( 12.20-13.30)
2 Mentoring 2 2 2
3 Pendalaman Al Qur’an 2 2 2
4 Paktek Dzikir 2 2 2
8 8 8
Jumlah beban belajar 47 48 48
Eskul 2 2 2
Jumlah 49 50 50
Tabel materi life skiil program
No Kompetensi Kelas
I II III IV V VI
Semester 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2
1 Melipat Baju v
2 Memakai baju v
3 Menyapu v
4 Mengepel lantai v
5 Menyetrika baju v
6 Menyajikan makanan v
7 Membuat surat v
8 Menyalakan kompor v
9 Mengirim surat v
10 Menggoreng telor v v
11 Menggoreng bakwan
13 Menggoreng nasi v
14 Menggoreng bakwan v
15 Sayur Asam v
16 Sayur santan v
17 Bertamu v
18 Menjadi MC v
19 Berpidato v
20 Membuat Kue v

10.Muatan Kurikulum
Rincian Muatan Kurikulum sebagai berikut :
1. Mata Pelajaran Wajib :
1) Pendidikan Agama
2) Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
3) Bahasa Indonesia
4) Matematika
5) Ilmu Pengetahuan Alam
6) Ilmu Pengetahuan Sosial
7) Seni Budaya dan Keterampilan
8) Pendidikan Jasmani, Olah Raga dab Kesehatan (Penjas OR Kes)
2. Muatan Lembaga
1) Wajib : Komputer
2) Wajib : Bahasa Inggris
4) Wajib : Hafalan surat
5) Wajib : Pendalaman Al Qur’an
6) Wajib : Praktek Dzikir dan Doa
7).Life Skill
3. Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
1) Pengembangan Pembentukan berupa :
a. Pengembangan Diri Terprogram
1. Kegiatan Keagamaan (Pesantren Ramadhan)
2. Pekan Kreatifitas Siswa
3. Pentas Seni
4. Peringatan Hari – Hari besar Nasional
5. Lomba Siswa Berprestasi
6. Lomba Olah Raga
7. Olimpiade MIPA
2). Pengembangan Diri Rutin
1) Kegiatan Pramuka
2) Upacara Bendera
3) Baca Tulis Al Qur’an
4) Wajib baca perpustakaan
5) Mentoring
6) Senam
3). Pengembangan Diri karakter
1) Mengikuti kegiatan bakti sosial
2) Mengumpulkan bantuan musibah / bencana alam
3).Bersalaman dengan guru
40.Pembiasaan salam
• Kegiatan Pengembangan Diri, Pengembangan Minat, Bakat dan Potensi Siswa :
a. Bidang Seni
1) Seni Kaligrafi
2) Seni Marawis
3) Seni Kasidah
4) Seni Kasidah
b. Bidang Olah Raga
1) Renang
2) Futsal
3) Sepak Bola
11.Beban belajar
Program Pendidikan yang digunakan adalah Sistem Paket, yaitu mewajibkan siswa (peserta didik mengikuti seluruh program pembelajaran, beban belajar yang ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan Struktur Kurikulum)
Beban Belajar dirumuskan dalam satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.
Semua itu dimaksudkan untuk mencapai Standar Kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa, proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu sesuai dengan struktur kurikulum .

1) Jam Pelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan berdasarkan bobot mata pelajara
yang sesuai dengan struktur dan setiap jam pelajaran 35 menit.
2) Alokasi waktu untuk penugasan yang terkait dengan mata pelajaran yang diajarkan di kelas,
maksimal 40% dari waktu kegiatan tatap muka.
3).Alokasi untuk pengembangan diri disesuaikan dengan jenis kegiatan

12.Standarisasi Ketuntasan belajar
Untuk ketercapaian penguasaan Kompetensi pada setiap jenjang maupun mata pelajaran sebagai target dan kontrol pelaksanaan pembelajaran, maka guru bersama dengan warga sekolah (Kepala Sekolah ) perlu menetapkan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) secara berkala (Semester atau Tahun).
Penentuan ketuntasan Belajar ditentukan sebelumnya berdasarkan hasil analisa dengan meperhatikan hal – hal sebagai berikut :
a) Tingkat Esensial (Kepentingan, baik dari segi substansi keilmuan maupun kompetensi pada setiap indikator Pembelajaran terhadap KD dan SK yang harus dicapai pada setiap Semester /Tahun Pelajaran.
b)Kriteria Tingkat Esensial didasarkan pada :
 Sangat Esensial apabila indikator yang dimaksud berfungsi sebagai indikator kunci.
 Cukup Esensial, apabila indikator yang dimaksud sebagai indikator pendukung.
b) Tingkat Kompleksitas (Kesulitan dan Kerumitan)
c) Tingkat Kemampuan ( Intake, Rata – rata Kemampuan Siswa)
d) Kemampuan Sumber Daya Pendukung
E.Kriteria Ketuntasan Minimal
NO Komponen pelajaran Kelas dan Alokasi Waktu
I 3 III IV V VI
1 Pend.Agama Islam TEMATIK
70 70 70 75
2 PPKN 70 70 75
3 Bahasa Indonesia 70 70 75
4 Matematika 65 70 75
5 IPA 65 70 75
6 IPS 65 70 75
7 Seni Budaya dan ketramp 70 70 75
8 Penjas Orkes 70 70 75
Muatan Lokal

1 Komputer TEMATIK 70 70 75
2 Bahasa Inggris 70 70 75
3 Iqra 70 70 75
4 Life Skill 70 70 75
Jumlah 34
Keterpaduan

1 Hafalan Surat TEMATIK 70 70 75
2 Mentoring 70 70 75
3 Pendalaman Al Qur’an 70 70 75
4 Paktek Dzikir 70 70 75
Jumlah beban belajar
Eskul
Jumlah



13.Target Kurikulum
Adapun target kurikulum tersebut diharapkan dapat diserap oleh pendidik dan peserta didik (anak) sehingga tercipta interaksi belajar dan mengajar yang baik. Target yang dimaksud, bahwa output (lulusan) SD Pembangunan Al Hikmah diharapkan :
• Mampu memperoleh minimal atau lebih dari KKM
• Mampu membaca Al-Qur’an dengan Tajwid yang benar (Fasih)
• Mampu meningkatkan prestasi mata pelajaran masing-masing dari semester ke semester
• Mampu Berbahasa Inggris
• Mampu Menghafal Juz ‘amma
• Mampu Menghafal Beberapa Hadist, Qur’an dan do’a-doa tertentu
• Mengusai beberapa program komputer
• Terbiasa melakukan Ibadah Wajib dan Sunah dengan kesadaran
14.Model Pembelajaran
MASTERY LEARNING ( Belajar tuntas )

Model belajar tuntas ini diharapkan bahwa proses belajar siswa tuntas di sekolah. Guru tidak akan membiarkan anak tidak pulang dengan ketidak pahaman. Dengan metode ini siswa tidak akan mendapat banyak PR yang memusingkan. Tugas-tugas kokurikuler hanya diberikan sekedarnya untuk mengulang pemahaman anak. PR diberikan
JOYFULL LEARNING

Belajar dengan gembira, senang, sehingga meski harus beraktifitas seharian / full day, anak-anak tetap merasakan kebahagiaan dunia bermainnya. Proses pembelajran dikonsep untuk dapat tampil menarik bagi siswa, sehingga meski siang hari harus belajar matematika.. anak tidak merasa kesulitan tetap merasa gembira. Model belajar inilah yang mejadikan anak-anak kita tidak merasakan sulitnya belajar, sebab yang terasa bermain-main tapi tahu-tahu sudah pintar.

LEARNING BY DOING
Metode ini untuk membawa anak pada konteks yang sebenarnya sehingga anak belajar lebih pada pengalaman, yang hal ini akan memberikan kesan yang lebih mendalam yang tertanam di otaknya dnegan baik. Belajar adab bertamu tidak Cuma dituliskan di papan dan dihafal, tetapi anak langsung diterjunkan di rumah-rumah pendudukan dan diminta bertamu dengan baik sesuat petunjuk dari guru. Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak kita.



CREATIVE LEARNING
Model belajar ini tidak membatasi daya bayang dan pola pikir siswa, tapi bukan berarati tidak mengarahkan. Tidak ada karya yang salah, atau jelek. Bagaimanapun karya siswa akan mendapat penghargaan yang tinggi. Dari sini siswa tidak akan takut untuk menghasilkan karya. Dengan banyak berlatih, siswa akan banyak belajar, dan disanalah proses perbaikan menuju karya yang berkualitas akan berjalan sehingga siswa akan mampu mencapai keberhasilan yang dia inginkan. Tiap anak memiliki kompetensi sendiri-sendiri, dan ini harus mendapat pengakuan dari guru mereka.
15.Jaminan kualitas pendidikan
Jaminan kualitas untuk para siswanya adalah: sholat dengan kesadaran, berbakti pada orang tua, disiplin dan percaya diri, senang membaca, mampu membaca efektif, berperilaku sosial baik, nilai tuntas untuk 5 bidang studi, memiliki budaya bersih, mampu berkomunikasi dengan baik, menguasai komputer, renang dan Futsal
16.Standarisasi pembiayaan
1.Analisa Pemasukan Perkelas
1. SPP : Rp 100.000 x 30 orang : Rp 3000.000
2. BOS : Rp 100.000x 30 orang : Rp 3000.000
3.Eskul : Rp 50.000x 30 orang : Rp 1500.000
Jumlah : Rp.7500.000
2.Analisa pengeluaran per kelas
1.Pembiayaan guru Rp 20.000 x 50 jam :Rp 1000.000
2.Pengelolaan :Rp 4000.000
3.Pengembangan :Rp 2000.000
4.Investasi :Rp 500.000
Jumlah : Rp.7500.000








KESIMPULAN

1.Kurikulum Ideal dapat diciptakan dengan Motivasi kuat, kebersamaan konsep yang jalas dan
Konsisten dalam pelaksanaanya sesuai standar pendidikan.
2.Kurikulum ideal selain mengutamakan kompetensi Nasional juga mengembangkan pemahaman
keagamaan, budaya serta bakat minat sesuai perkembangan siswa.
3.Pembiayaam kurikulum ideal cukup terjangkau
4.Konsep kurikulum ideal harus di rrevieuw dan di evaluasi setiap akhir tahun pembelajaran.
5.Pereode indikator keberhasilan diperkirakan dalam jangka waktu 7 tahun pelajaran.

























BAHAN BACAAN

1.Buku kurikulum
2.Kurikulum SD Pembangunan Al Hikmah Cilandak Jakarta
3.Kurikulum SDIT Al Hikmah Ful Day School
4.Kurikulum SDIT Cordova Pondok Aren
5.Kurikulum SDIT Istiqamah
6.Kurikulum SDIT Al Amanah Sunter agung
7.Kurikulum SDIT YASFI
8. > > http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=101505&kat_id=191
9.Model Desain Pembelajaran;Bdeny Abadi
10.Modul Kurikulum :DR.H>Aceng Rahmat





1.Latar belakang penerapan kurikulum Ideal.
1.Sekolah Dasar Pembangunan Al Hikmah Jakarta konsep terpadu berusaha membangun, membina,dan mengarahkan anak didik menjadi manusia yang memiliki karakter dan kepribadian yang positif mampu sosialisasi secara bertanggung jawab dengan lingkungannya.
2.Sekolah Dasar Pembangunan Al Hikmah Jakarta konsep terpadu berupaya menumbuhkan,mengembangkan dan membina serta mengarahkan Potensi dasar baik potensi intelektual ( fikriyah),emosional (ruhiyah), dan fisik (jasadiyah) .
3.Sekolah dasar Pembangunan Al Hikmah Jakarta Konsep terpadu berupaya mengikut sertakan secara komprehensif dalam proses pendidikan di lingkungan rumah tangga sebagai fasilitator,Motivator ,Evaluator sekaligus donatur bagi proses pendidikan.
2.Visi dan Misi SD Pembangunan Al Hikmah Jakarta Konsep terpadu
1.Visi.
“Sekolah Dasar bermutu unggul dalam Imtaq dan Iptek , berkarakter, mampu menumbuhkan
kemandirian bagi peserta didik”.
2.Misi
1.Melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif,dinamis sesuai tuntutan zaman.
2.Menanamkan ketrampilan Iptek dalam proses pembelajaran sesuai tingkatan kecerdasannya
3.Menanamkan, membiasakan dan dan membina kompetensi keagamaan sebagai bekal siswa
dalammengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat
4.Menerapkan pembelajaran terpadu antara peran dan tugas orang tua dan guru dalam proses
layanan pendidikan.
5.Mengutamakan suasana kekeluargaan antara guru ,siswa dan orang tua dalam melaksanakan
proses pembelajaran.
3.Tujuan
a.Menumbuhkan, mengembangkan, membentuk, dan mengarahkan anak didik menjadi hamba
Allah yang potensial ,shaleh secara individual dan sosial sesuai tuntutan zaman.
b. Memberikan kemampuan dasar kepada anak didik berupa pengetahuan,keterampilan, dan
sikap terpuji sesuai usia perkembangannya sebagai bekal hidup dan kehidupannya.
4.Sistem Sekolah.
a.Learning experiance
Proses belajar diarahkan agar siswa memiliki pengetahuan, pengamalan dan pengalaman hidup
Secera aplikatif dan fungsional.

b.Learning be society
Pembelajaran dengan melibatkan Lingkungan keluarga dan masyarakat dan menghasilkan siswa yang mampu berperan kedalam masyarakat , keterlibatan masyarakat orang tua sebagai monitoring, evaluating dan controling kompetensi dan karakter siswa melalui konsep penilaian terpadu sekaligus sebagai partner proses pendidikan.
c.Learning be Example
Pendekatan proses pembelajaran, pembiasaan dan penanaman karakter dilakukan dengan memberikan bimbingan, contoh, nasehat dan keteladanan dengan mengutamakan kasih sayang dan kecintaan
5.Karakteristik mutu lulusan
1.Mampu lulus dari Ujian Nasional maupun UAS dengan nilai melebihi kriteria Nasional.
2.Mampu meningkatkan prestasi mata pelajaran masing-masing dari semester ke semester
berikutnya.
3. Mengusai beberapa program komputer
4. Senang membaca, mampu membaca efektif, berperilaku sosial baik
5. Senang dan mampu membaca Alqur’an secara tartil dalam kehidupan sehari-hari
6. Mampu berperan aktif dalam kegiatan silaturrahmi dan aktifivitas sosial keagamaan
7. Mampu Menghafal Juz ‘amma
8. Mampu menghafal Beberapa Hadist, dan do’a-doa tertentu
9. Memiliki karakter dan kepribadian luhur sesuai tingkat perkembangannya.
10.Terbiasa Shalat dengan kesadaran
11.Terbiasa melakukan shalat Dluha
12.Mampu mengikuti kegiatan Dzikir dan tahlil

6.Waktu Pendidikan dan model pendekatan
Proses belajar mengajar berlangsung selama 6 (enam) hari setiap pekan dimulai pukul 6.30 s.d
pukul 13.30 BBWI, dengan rincian proses pembelajaran sebagai berikut:
a. Pembelajaran terstruktur
NO Waktu Kegiatan
1 6.30. – 7.30 Kegiatan hafalan Juz Amma,Hadis dan Doa terstruktur,shalat Dluha
2 07.30- 12.00 Kegiatan pembelajaran di kelas
3 12.00-12.30 Shalat Dzuhur
4 12.30-13.30 Mentoring (bimbingan akhlak,tadarus dan hafalan Dzikir)


b.Pembelajaran fungsional
NO Hari Jam Kegiatan
1 Jum’at I 6.30. – 7.30 Shalat Dluha dan membaca Yasin
2 Jum’at II 6.30. – 7.30 Jumat’ sehat (jalan sehat keliling masyarakat)
3 Jum’at III 6.30. – 7.30 Shalat Dluha dan membaca Yasin
4 Jum’at IV 6.30. – 7.30 Jum’at bersih ( bersih lingkungan )

c.Pembiasaan
NO Hari Jam Kegiatan
1 Sabtu 6.30. – 7.30 Kegiatan PBB dan senam kesegaran
2 Sabtu 7.30 - 8.30 Kegiatan membaca buku di perpustakaan
3 Sabtu 8.30 – 9.30 Iqra dan tadarus
4 Sabtu 9.30 – 12.00 Ekstra Kurikuler

D.Penanaman Karakter.

1.Di gerbang sekolah kepala sekolah dan guru menyambut kehadiran anak didik dan menyalami satu
persatu para siswanya, mereka juga menanyakan kabar dan memperhatikan kerapihan pakaian.
2.Setelah jam 06.45, pintu gerbang segera ditutup. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dimulai
siswa yang terlambat diberikan penugasan sebelum masuk kelas.
3.Dipimpin ketua kelas masing-masing, mereka berbaris di halaman, sebelum akhirnya masuk kelas
masing-masing.
4.Pada saat istirahat atau pergantian pelajaran dilakukan penyegaran emosi melalui bernyayi atau
bertepuk atau melakukan gerakan tertentu.
5.Penataan kelas pun dibuat fleksibel. Kadang-kadang semua kursi menghadap ke depan. Lain
waktu, para siswa belajar dengan duduk melingkar.
6.Jumlah siswa perkelas dibatasi hanya 30 anak. Mereka diajar oleh satu guru
7.Untuk melayani kesehatan dilakukan pengecekan kesehatan bekerja sama dengan Team Dokter
Puskesmas.




7.Keunggulan layanan untuk siswa
a).Layanan pembelajaran
1. Siswa mendapatkan pendidikan umum dengan pembelajaran contektual di kelas dan luar kelas.
2. Siswa mendapatkan pendidikan agama Islam secara aplikatif danteoritis.
3. Siswa mendapatkan pendidikan dan bimbingan ibadah praktis(doa,shalat Wajib,Shalat Sunah
dan dzikir).
4. Siswa mendapat pelajaran dan bimbingan cara membaca dan menghapal AlQur'an.
5. Siswa dapat menyalurkan potensi dirinya melalui kegiatan ekstra kurikuler.
6. Siswa mendapatkan pendidikan bagaimana cara hidup bersama dengan teman
7.Siswa dibiasakan melakukan eksplorasi pengalaman pembelajaran
8.Siswa mendapatkan layanan kesehatan,keagamaan dan bela negara
9.Siswa daijarkan gemar menabung dan menjauhi Israf(berlebihan )
10.Siswa ditanamakan kebersamaan,persaudaraaan dan silaturrahmi
b).Layanan Pelaporan kegiatan atau perkembangan nilai
1.Buku panduan monitoring karakter ,pembiasaan dan ketrampilan keagamaan.
2.Rapor kegamaan berisi laporan pengamalan,penguasaan dan pembiasaan keagamaan.
3.Rapor Sekolah

8.Karakteristik kurikulum
1.Kurikulum keterpaduan antara kurikulum Pendidikan Nasional dengan kurikulum khas
SDI Pembangunan Al Hikmah yang dirancang sangat kental dengan penanaman aqidah
dan pembentukan Akhlak atau karakter murid.
2. Kurikulum SD Pembangunan Al Hikmah mengoptimalkan multi kecerdasan dalam proses pembelajaran untuk memfasilitasi setiap murid agar dapat berkembang sesuai dengan kemampuan dan kecerdasan masing masing dengan pendekatan inquiry (mengutamakan praktek dan observsi mandiri).
3.Pelaksanaan kurikulum Fleksibel dan relevansi dengan life skil sehingga anak memilki ketrampilan yang dibutuhkan saat berada di masyarakat.
4.Kurikulum selalu di evaluasi sesuai dengan perkembangan dan situasional pembelajaran
Pada tahun pembelajaran.




5.Konsep aplikasi kurikulum
a. Kurikulum SDI Pembangunan Al Hikmah memuat 8 mata pelajaran
b. Subtansi mata pelajaran Kurikulum DIKNAS Terintergralisasi nilai –nilai Agama “
c. Pembelajar pada Kelas I s.d III dilaksanakan melalui pendidikan “Tematik” dan penggunaan
penyampaian bahasa ibu dan pengenalan bilkingual aplikatif sedangkan Kelas IV s.d VI
dilaksanakan melalui akademik dan pendekatan nilai-nilai Islam.
d. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran disesuaikan sebagaimana tertera dalam
Struktur Kurikulum.
e. Alokasi waktu serta jam pembelajaran 30 untuk kelas I dan II, 40 menit untuk kelas III dan VI
f. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran ( Dua Semester ) adalah 34-38 Minggu
9.Struktur Kurikulum
Tabel : Struktur Kurikulum SDI Pembangunan Al Hikmah
NO Komponen pelajaran Kelas dan Alokasi Waktu Keterangan
I 3 III IV V VI V
1 Pend.Agama Islam TEMATIK 2 3 3




Terstruktur
Pada jam
belajar
2 PPKN 6 2 2
3 Bahasa Indonesia 6 6 6
4 Matematika 5 7 7
5 IPA 4 5 5
6 IPS 2 4 4
7 Seni Budaya dan ketramp 2 2 2
8 Penjas Orkes 2 2 2
Muatan Lokal
1 Komputer TEMATIK 2 2 2
2 Bahasa Inggris 4 4 4
3 Iqra 2 2 2
4 Life Skill 2 2 2
Jumlah 34 39 40 40
Keterpaduan
1 Hafalan Surat TEMATIK 2 2 2 Diluar Jam
Belajar ( 12.20-13.30)
2 Mentoring 2 2 2
3 Pendalaman Al Qur’an 2 2 2
4 Paktek Dzikir 2 2 2
8 8 8
Jumlah beban belajar 47 48 48
Eskul 2 2 2
Jumlah 49 50 50
Tabel materi life skiil program
No Kompetensi Kelas
I II III IV V VI
Semester 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2
1 Melipat Baju v
2 Memakai baju v
3 Menyapu v
4 Mengepel lantai v
5 Menyetrika baju v
6 Menyajikan makanan v
7 Membuat surat v
8 Menyalakan kompor v
9 Mengirim surat v
10 Menggoreng telor v v
11 Menggoreng bakwan
13 Menggoreng nasi v
14 Menggoreng bakwan v
15 Sayur Asam v
16 Sayur santan v
17 Bertamu v
18 Menjadi MC v
19 Berpidato v
20 Membuat Kue v

10.Muatan Kurikulum
Rincian Muatan Kurikulum sebagai berikut :
1. Mata Pelajaran Wajib :
1) Pendidikan Agama
2) Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
3) Bahasa Indonesia
4) Matematika
5) Ilmu Pengetahuan Alam
6) Ilmu Pengetahuan Sosial
7) Seni Budaya dan Keterampilan
8) Pendidikan Jasmani, Olah Raga dab Kesehatan (Penjas OR Kes)
2. Muatan Lembaga
1) Wajib : Komputer
2) Wajib : Bahasa Inggris
4) Wajib : Hafalan surat
5) Wajib : Pendalaman Al Qur’an
6) Wajib : Praktek Dzikir dan Doa
7).Life Skill
3. Kegiatan Pengembangan Diri
Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
1) Pengembangan Pembentukan berupa :
a. Pengembangan Diri Terprogram
1. Kegiatan Keagamaan (Pesantren Ramadhan)
2. Pekan Kreatifitas Siswa
3. Pentas Seni
4. Peringatan Hari – Hari besar Nasional
5. Lomba Siswa Berprestasi
6. Lomba Olah Raga
7. Olimpiade MIPA
2). Pengembangan Diri Rutin
1) Kegiatan Pramuka
2) Upacara Bendera
3) Baca Tulis Al Qur’an
4) Wajib baca perpustakaan
5) Mentoring
6) Senam
3). Pengembangan Diri karakter
1) Mengikuti kegiatan bakti sosial
2) Mengumpulkan bantuan musibah / bencana alam
3).Bersalaman dengan guru
40.Pembiasaan salam
• Kegiatan Pengembangan Diri, Pengembangan Minat, Bakat dan Potensi Siswa :
a. Bidang Seni
1) Seni Kaligrafi
2) Seni Marawis
3) Seni Kasidah
4) Seni Kasidah
b. Bidang Olah Raga
1) Renang
2) Futsal
3) Sepak Bola
11.Beban belajar
Program Pendidikan yang digunakan adalah Sistem Paket, yaitu mewajibkan siswa (peserta didik mengikuti seluruh program pembelajaran, beban belajar yang ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan Struktur Kurikulum)
Beban Belajar dirumuskan dalam satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui tatap muka, penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.
Semua itu dimaksudkan untuk mencapai Standar Kompetensi lulusan dengan memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik. Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa, proses interaksi antara peserta didik dengan pendidikan. Beban belajar kegiatan tatap muka per minggu sesuai dengan struktur kurikulum .

1) Jam Pelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan berdasarkan bobot mata pelajara
yang sesuai dengan struktur dan setiap jam pelajaran 35 menit.
2) Alokasi waktu untuk penugasan yang terkait dengan mata pelajaran yang diajarkan di kelas,
maksimal 40% dari waktu kegiatan tatap muka.
3).Alokasi untuk pengembangan diri disesuaikan dengan jenis kegiatan

12.Standarisasi Ketuntasan belajar
Untuk ketercapaian penguasaan Kompetensi pada setiap jenjang maupun mata pelajaran sebagai target dan kontrol pelaksanaan pembelajaran, maka guru bersama dengan warga sekolah (Kepala Sekolah ) perlu menetapkan Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) secara berkala (Semester atau Tahun).
Penentuan ketuntasan Belajar ditentukan sebelumnya berdasarkan hasil analisa dengan meperhatikan hal – hal sebagai berikut :
a) Tingkat Esensial (Kepentingan, baik dari segi substansi keilmuan maupun kompetensi pada setiap indikator Pembelajaran terhadap KD dan SK yang harus dicapai pada setiap Semester /Tahun Pelajaran.
b)Kriteria Tingkat Esensial didasarkan pada :
 Sangat Esensial apabila indikator yang dimaksud berfungsi sebagai indikator kunci.
 Cukup Esensial, apabila indikator yang dimaksud sebagai indikator pendukung.
b) Tingkat Kompleksitas (Kesulitan dan Kerumitan)
c) Tingkat Kemampuan ( Intake, Rata – rata Kemampuan Siswa)
d) Kemampuan Sumber Daya Pendukung
E.Kriteria Ketuntasan Minimal
NO Komponen pelajaran Kelas dan Alokasi Waktu
I 3 III IV V VI
1 Pend.Agama Islam TEMATIK
70 70 70 75
2 PPKN 70 70 75
3 Bahasa Indonesia 70 70 75
4 Matematika 65 70 75
5 IPA 65 70 75
6 IPS 65 70 75
7 Seni Budaya dan ketramp 70 70 75
8 Penjas Orkes 70 70 75
Muatan Lokal

1 Komputer TEMATIK 70 70 75
2 Bahasa Inggris 70 70 75
3 Iqra 70 70 75
4 Life Skill 70 70 75
Jumlah 34
Keterpaduan

1 Hafalan Surat TEMATIK 70 70 75
2 Mentoring 70 70 75
3 Pendalaman Al Qur’an 70 70 75
4 Paktek Dzikir 70 70 75
Jumlah beban belajar
Eskul
Jumlah



13.Target Kurikulum
Adapun target kurikulum tersebut diharapkan dapat diserap oleh pendidik dan peserta didik (anak) sehingga tercipta interaksi belajar dan mengajar yang baik. Target yang dimaksud, bahwa output (lulusan) SD Pembangunan Al Hikmah diharapkan :
• Mampu memperoleh minimal atau lebih dari KKM
• Mampu membaca Al-Qur’an dengan Tajwid yang benar (Fasih)
• Mampu meningkatkan prestasi mata pelajaran masing-masing dari semester ke semester
• Mampu Berbahasa Inggris
• Mampu Menghafal Juz ‘amma
• Mampu Menghafal Beberapa Hadist, Qur’an dan do’a-doa tertentu
• Mengusai beberapa program komputer
• Terbiasa melakukan Ibadah Wajib dan Sunah dengan kesadaran
14.Model Pembelajaran
MASTERY LEARNING ( Belajar tuntas )

Model belajar tuntas ini diharapkan bahwa proses belajar siswa tuntas di sekolah. Guru tidak akan membiarkan anak tidak pulang dengan ketidak pahaman. Dengan metode ini siswa tidak akan mendapat banyak PR yang memusingkan. Tugas-tugas kokurikuler hanya diberikan sekedarnya untuk mengulang pemahaman anak. PR diberikan
JOYFULL LEARNING

Belajar dengan gembira, senang, sehingga meski harus beraktifitas seharian / full day, anak-anak tetap merasakan kebahagiaan dunia bermainnya. Proses pembelajran dikonsep untuk dapat tampil menarik bagi siswa, sehingga meski siang hari harus belajar matematika.. anak tidak merasa kesulitan tetap merasa gembira. Model belajar inilah yang mejadikan anak-anak kita tidak merasakan sulitnya belajar, sebab yang terasa bermain-main tapi tahu-tahu sudah pintar.

LEARNING BY DOING
Metode ini untuk membawa anak pada konteks yang sebenarnya sehingga anak belajar lebih pada pengalaman, yang hal ini akan memberikan kesan yang lebih mendalam yang tertanam di otaknya dnegan baik. Belajar adab bertamu tidak Cuma dituliskan di papan dan dihafal, tetapi anak langsung diterjunkan di rumah-rumah pendudukan dan diminta bertamu dengan baik sesuat petunjuk dari guru. Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak kita.



CREATIVE LEARNING
Model belajar ini tidak membatasi daya bayang dan pola pikir siswa, tapi bukan berarati tidak mengarahkan. Tidak ada karya yang salah, atau jelek. Bagaimanapun karya siswa akan mendapat penghargaan yang tinggi. Dari sini siswa tidak akan takut untuk menghasilkan karya. Dengan banyak berlatih, siswa akan banyak belajar, dan disanalah proses perbaikan menuju karya yang berkualitas akan berjalan sehingga siswa akan mampu mencapai keberhasilan yang dia inginkan. Tiap anak memiliki kompetensi sendiri-sendiri, dan ini harus mendapat pengakuan dari guru mereka.
15.Jaminan kualitas pendidikan
Jaminan kualitas untuk para siswanya adalah: sholat dengan kesadaran, berbakti pada orang tua, disiplin dan percaya diri, senang membaca, mampu membaca efektif, berperilaku sosial baik, nilai tuntas untuk 5 bidang studi, memiliki budaya bersih, mampu berkomunikasi dengan baik, menguasai komputer, renang dan Futsal
16.Standarisasi pembiayaan
1.Analisa Pemasukan Perkelas
1. SPP : Rp 100.000 x 30 orang : Rp 3000.000
2. BOS : Rp 100.000x 30 orang : Rp 3000.000
3.Eskul : Rp 50.000x 30 orang : Rp 1500.000
Jumlah : Rp.7500.000
2.Analisa pengeluaran per kelas
1.Pembiayaan guru Rp 20.000 x 50 jam :Rp 1000.000
2.Pengelolaan :Rp 4000.000
3.Pengembangan :Rp 2000.000
4.Investasi :Rp 500.000
Jumlah : Rp.7500.000








KESIMPULAN

1.Kurikulum Ideal dapat diciptakan dengan Motivasi kuat, kebersamaan konsep yang jalas dan
Konsisten dalam pelaksanaanya sesuai standar pendidikan.
2.Kurikulum ideal selain mengutamakan kompetensi Nasional juga mengembangkan pemahaman
keagamaan, budaya serta bakat minat sesuai perkembangan siswa.
3.Pembiayaam kurikulum ideal cukup terjangkau
4.Konsep kurikulum ideal harus di rrevieuw dan di evaluasi setiap akhir tahun pembelajaran.
5.Pereode indikator keberhasilan diperkirakan dalam jangka waktu 7 tahun pelajaran.

























BAHAN BACAAN

1.Buku kurikulum
2.Kurikulum SD Pembangunan Al Hikmah Cilandak Jakarta
3.Kurikulum SDIT Al Hikmah Ful Day School
4.Kurikulum SDIT Cordova Pondok Aren
5.Kurikulum SDIT Istiqamah
6.Kurikulum SDIT Al Amanah Sunter agung
7.Kurikulum SDIT YASFI
8. > > http://www.republika.co.id/cetak_detail.asp?id=101505&kat_id=191
9.Model Desain Pembelajaran;Bdeny Abadi
10.Modul Kurikulum :DR.H>Aceng Rahmat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar